Sabtu, 28 November 2020
Nama nama Allah
Jumat, 27 November 2020
Kitab kitab Allah
- Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. kurang lebih pada abad 12 sebelum masehi di daerah Israil dan Mesir. Kitab Taurat menggunakan bahasa Ibrani.
- Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s. Ketika beliau menduduki tahta sebagai raja Bani Israil pada abad 10 SM di tanah Kanaan.
- Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa a.s. pada sekitar abad 1 Masehi di daerah Yerussalem. Dalam bahasa Yunani Injil berarti kabar selamat, pelajaran yang baru atau kabar gembira.
- Kitab al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. pada abad 6 Masehi di Mekah dan Madinah.
Peristiwa turunnya ayat al-Qur’an atau dikenal dengan Nuzulul Qur’an, terjadi pertama kali ketika Nabi Muhammad menyendiri di Gua Hira, Mekah. Turunnya al-Qur’an menandai awal diangkatnya Muhammad saw. sebagai Rasulullah (utusan AllahSwt.). Usia beliau saat itu genap 40 tahun.
Al-Qur’an terdiri dari 114 surat, terbagi dalam 30 juz dan 6236 ayat. Al-Qur’an diwahyukan selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Al-Qur’an menyempurnakan seluruh hukum-hukum Allah Swt. yang terdapat dalam kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Ia diturunkan untuk seluruh umat manusia sebagai rahmat bagi semesta alam atau disebut juga Rahmatan lil‘Alamin.
Malaikat 10
02. Malaikat Mikail bertugas menyampaikan rezeki kepada makhluk Allah
03. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala di hari akhir
04. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk Allah
05. Malaikat Munkar bertugas menanyai ruh di alam kubur yang semasa hidupnya berbuat keburukan
06. Malaikat Nakir bertugas menanyai ruh di alam kubur yang semasa hidupnya berbuat kebaikan
07. Malaikat Raqib bertugas mencatat amal baik manusia semasa hidup
08. Malaikat Atid bertugas mencatat amal buruk manusia semasa hidup
09.Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka
10. Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga.
Nama nama Rasulullah
Muhammad SAW yang tercantum dalam Kitab Dalailul Khairat karangan Imam al-Jazuli al-Hasani lengkap tulisan arab dan artinya:
- Sayyiduna Muhammadun (محمد) -shollalloohu alayhi wa sallama
- Sayyiduna Ahmadun (أحمد) - shollallahu alayhi sallama
- Sayyiduna Haamidun (حامد) - shollalloohu alayhi wa sallama
- Sayyiduna Mahmuudun (مَحْمُوْدٌ) - Yang Terpuji Sekali
- Sayyiduna Ahiidun (اَحِيْدٌ) - Nama Nabi dalam Taurat
- Sayyiduna Wahiidun (وَحِيْدٌ) - Khas
- Sayyiduna Maahin (مَاحٍ) - Penghapus
- Sayyiduna Haasyirun (حَاشِرٌ) - Penghimpun
- Sayyiduna Aaqibun (عَاقِبٌ) - Yang Terakhir dari Semua Ciptaan
- Sayyiduna Thoohaa (طه) - Thooha
- Sayyiduna Yaa Siin (يس) - Yaa siin
- Sayyiduna Thoohirun (طَاهِرٌ) - Yang Murni
- Sayyiduna Muthohharun (مُطَهَّرٌ) - Pemurni
- Sayyiduna Thoyyibun (طَيِّبٌ) - Yang Baik
- Sayyiduna Sayyidun (سَيِّدٌ) - Tuan Guru
- Sayyiduna Rosuulun (رَسُوْلٌ) - Sang Utusan
- Sayyiduna Nabiiyyun (نَبِىٌّ) - Sang Nabi
- Sayyiduna Rosuulur Rohmahti (رَسُوْلُ الرَّحْمَةِ) -Rasul yg Penuh Rahmat
- Sayyiduna Qoyyimun (قَيِّمٌ) - Yang Lurus
- Sayyiduna Jaami‘un (جَامِعٌ) - Pengumpul
- Sayyiduna Muqtafin (مُقْتَفٍ) - Yang Terpilih
- Sayyiduna Muqoffi (مُقَفِّىْ ) - Teladan Terbaik
- Sayyiduna Rosuulul Malaahimi (رَسُوْلُ الْمَلاَحِمِ) - Rasul dari Pertempuran yang Hebat
- Sayyiduna Rosuulur Rohati (رَسُوْلُ الرَّاحَةِ) -Rasul Pembawa Ketenangan
- Sayyiduna Kaamilun (كَامِلٌ) - Yang Sempurna
- Sayyiduna Ikliilun (اِكْلِيْلٌ) - Mahkota
- Sayyiduna Muddatsyirun (مُدَثِّرٌ) - Orang Yang Terselubung
- Sayyiduna Muzzammilun (مُزَّمِّلٌ) - Orang Yang Berselimut
- Sayyiduna Abdulloohi (عَبْدُ اللهِ) - Hamba Allah
- Sayyiduna Habibulloohi (حَبِيْبُ اللهِ) - Kekasih Allah
- Sayyiduna Shofiyulloohi (صَفِىُّ اللهِ) - Sahabat Karib Allah
- Sayyiduna Najiyyulloohi (نَجِىُّ اللهِ) - Kepercayaan Allah
- Sayyiduna Kalimulloohi (كَلِيْمُ اللهِ) - Juru Bicara Allah
- Sayyiduna Khootimul Anbiyai (خَاتِمُ الْاَنْبِيَاءِ) - Penutup Para Nabi
- Sayyiduna Khootimur Rusuuli (خَاتِمُ الرُّسُلِ) - Penutup Para Rasul
- Sayyiduna Muhyin (مُحْيِىْ) - Hidup Kembali
- Sayyiduna Munjin (مُنْجٍ) - Sang Penyelamat
- Sayyiduna Muzakkirun (مُذَكِّرٌ) - Yang Mengingatkan
- Sayyiduna Naashirun (نَاصِرٌ) - Penolong
- Sayyiduna Manshuurun (مَنْصُوْرٌ) - Yang Berjaya
- Sayyiduna Nabiyyur Rohmati (نَبِىُّ الرَّحْمَةِ)- Nabi Sumber Rahmat
- Sayyiduna Nabiyyut Tobati (نَبِىُّ التَّوْبَةِ) - Nabi Pemohon Ampunan
- Sayyiduna Hariishun ‘Alaykum (حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ) - Yang Mengawasimu
- Sayyiduna Ma’luumun (مَعْلُوْمٌ) - Yang Dikenal
- Sayyiduna Syahiirun (شَهِيْرٌ) - Yang Terkenal
- Sayyiduna Syaahidun (شَاهِدٌ) - Kesaksian
- Sayyiduna Syahiidun (شَهِيْدٌ) - Saksi
- Sayyiduna Masyhuudun (مَشْهُوْدٌ) - Yang Terbukti Kebenarannya
- Sayyiduna Basyiirun (بَشِيْرٌ) - Sang Pembawa Pesan
- Sayyiduna Mubasyirun (مُبَشِّرٌ) - Menyebarkan Kabar Gembira
- Sayyiduna Nadziirun (نَذِيْرٌ) - Yang Memberi Peringatan
- Sayyiduna Mundziirun (مُنْذِرٌ) - Penegur
- Sayyiduna Nuurun (نُوْرٌ) - Cahaya
- Sayyiduna Siroojun (هُدًى ) - Lampu Penerang
- Sayyiduna Mishbaahun (مِصْبَاحٌ) - Lentera
- Sayyiduna Hudan (هُدًى) - Pembimbing
- Sayyiduna Mahdiyyun (مَهْدِىٌّ) - Pembimbing Terbaik
- Sayyiduna Muniirun (مُنِيْرٌ) - Pemberi Cahaya
- Sayyiduna Daa’in (دَاعٍ) - Penyeru
- Sayyiduna Mad’uwwun (مَدْعُوٌّ) - Yang Dipanggil
- Sayyiduna Mujiibun (مُجِيْبٌ) - Perespons Yang Baik
- Sayyiduna Mujaabun (مُجَابٌ) - Yang Memberi Respons dan Tanggapan
- Sayyiduna Hafiyyun (حَفِىٌّ) - Penyambut
- Sayyiduna Aafuwwun (عَفُوٌّ) - Pemaaf Dosa-Dosa
- Sayyiduna Waaliyyun (وَلِىٌّ) - Sahabat
- Sayyiduna Haqqun (حَقٌّ) - Kebenaran
- Sayyiduna Qowiyyun (قَوِىٌّ) - Yang Kuat
- Sayyiduna Amiinun (اَمِيْنٌ) - Yang Terpercaya
- Sayyiduna Ma'muunun (مَاْمُوْنٌ) - Yang Dipercaya
- Sayyiduna Kariimun (كَرِيْمٌ) - Yang Mulia
- Sayyiduna Mukarromun (مُكَرَّمٌ) - Yang Terhormat
- Sayyiduna Makiinun (مَكِيْنٌ) - Yang Teguh
- Sayyiduna Matiinun (مَتِيْنٌ) - Yang Kukuh
- Sayyiduna Mubiinun (مُبِيْنٌ) - Bukti Yang Jelas
- Sayyiduna Mu'ammilun (مُؤَمِّلٌ) - Yang Diharapkan
- Sayyiduna Washuulun (وَصُوْلٌ) - Penghubung
- Sayyiduna Dzuu Quwwatin (ذُوْقُوَّةٍ) - Pemilik Kekuatan
- Sayyiduna Dzuu Hurmatin (ذُوْحُرْمَةٍ) - Pemilik Kehormatan
- Sayyiduna Dzuu Makaanatin (ذُوْمَكَانَةٍ) - Pemilik Keteguhan
- Sayyiduna Dzuu Izzin (ذُوْعِزٍّ) - Pemilik Kemegahan
- Sayyiduna Dzuu Fadlin (ذُوْفَضْلٍ) - Sumber Kebaikan
- Sayyiduna Muthoo’un (مُطَاعٌ) - Yang Dipatuhi
- Sayyiduna Muthii-’un (مُطِيْعٌ) - Penurut
- Sayyiduna Qodamu Sidqin (قَدَمُ صِدْقٍ) - Pondasi Ketulusan
- Sayyiduna Rohmatun (رَحْمَةٌ) - Rahmat, Kasih Sayang
- Sayyiduna Busyroo (بُشْرى) - Kabar Gembira
- Sayyiduna Ghawtsun (غَوْثٌ) - Penebus
- Sayyiduna Ghaytsun (غَيْثٌ) - Bantuan
- Sayyiduna Ghiyyaatsun (غِيَاثٌ) - Pertolongan
- Sayyiduna Ni'matulloohi (نِعْمَةُ اللهِ) - Nikmat Allah
- Sayyiduna Hadiyatulloohi (هَدِيَّةُ اللهِ) - Pemberian Allah
- Sayyiduna Urwatuw Wusqoo(عُرْوَةٌ وُّثْقى)-Tambatan Yang Terpercaya
- Sayyiduna Shirootulloohi (صِرَاطُ الله) - Jalan Allah
- Sayyiduna Shirootum Mustaqiimun (صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ) - Jalan Yang Lurus
- Sayyiduna Dzikrulloohi (ذِكْرُ اللهِ) - Ingat akan Allah
- Sayyiduna Sayfulloohi (سَيْفُ اللهِ) - Pedang Allah
- Sayyiduna Hizbulloohi (حِزْبُ اللهِ) - Pasukan Allah
- Sayyiduna Najmus Saaqibu (النَّجْمُ الثَّاقِبُ) - Bintang yang Cemerlang
- Sayyiduna Musthofaa (مُصْطَفًى) - Yang Terpilih
- Sayyiduna Mujtabaa (مُجْتَبًى) - Pemilih
- Sayyiduna Muntaqoo (مُنْتَقًى) - Yang Fasih Berbicara
- Sayyiduna Ummiyyun (اُمِّىٌّ) - Buta Huruf
- Sayyiduna Muhtaarun (مُخْتَارٌ) - Yang Terpilih
- Sayyiduna Ajiirun (اَجِيْرٌ) - Pekerja Allah
- Sayyiduna Jabbaarun (جَبَّارٌ) - Yang Perkasa
- Sayyiduna Abul Qoosimi (اَبُو الْقَاسِمِ) - Ayahnya Qosim
- Sayyiduna Abut Thoohiri (اَبُو الطَّاهِرِ) - Ayah Yang Murni
- Sayyiduna Abut Thoyyibi (اَبُو الطَّيِّبِ) - Ayah Yang Baik
- Sayyiduna Abuu Ibroohiima (اَبُوْ اِبْرَاهِيْمَ) - Ayahnya Ibrohim
- Sayyiduna Musyaffaun (مُشَفَّعٌ) - Perantara Yang Diterima
- Sayyiduna Syafii’un (شَفِيْعٌ) - Pemberi Syafaat
- Sayyiduna Shoolihun (صَالِحٌ) - Saleh
- Sayyiduna Musliihun (مُصْلِحٌ) - Pendamai
- Sayyiduna Muhayminun (مُهَيْمِنٌ) - Pelindung
- Sayyiduna Shoodiqun (صَادِقٌ) - Yang Jujur
- Sayyiduna Mushoddiqun (مُصَدِّقٌ) - Penegas
- Sayyiduna Sidqun (صِدْقٌ) - Ketulusan
- Sayyiduna Sayyidul Mursaliina (سَيِّدُ الْمُرْسَلِيْنَ) - Guru Para Rasul
- Sayyiduna Imamul Muttaqiina (اِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ) - Pemimpin Orang Yang Bertaqwa
- Sayyiduna Qo‘idul Gurril Muhajjalina (قَائِدُ الْغُرِّ الْمُحَجَّلِيْنَ) - Pembimbing Kharismatik Yang ersinar
- Sayyiduna Kholiilur Rohmaani (خَلِيْلُ الرَّحْمنِ) - Sahabat dari yang Maha Penyayang
- Sayyiduna Barrun (بَرٌّ) - Yang Saleh
- Sayyiduna Mabarrun (مُبَرٌّ) - Yang Terhomat
- Sayyiduna Wajiihun (وَجِيْهٌ) - Terkemuka
- Sayyiduna Nasiihun (نَصِيْحٌ) - Sang Penasihat
- Sayyiduna Naasihun (نَاصِحٌ) - Penasihat
- Sayyiduna Waqiilun (وَكِيْلٌ) - Pemelihara
- Sayyiduna Mutawakkilun (مُتَوَكِّلٌ) - Yang Berserah Diri pada Allah
- Sayyiduna Kafiilun (كَفِيْلٌ) - Sang Penjamin
- Sayyiduna Syafiiqun (شَفِيْقٌ) - Yang Lembut
- Sayyiduna Muqiimus Sunnati (مُقِيْمُ السُّنَّةِ)- Penegak Sunnah
- Sayyiduna Muqoddasun (مُقَدَّسٌ) - Yang Suci
- Sayyiduna Ruuhul Qudusi (رُوْحُ الْقُدُسِ) - Ruh Yang Suci
- Sayyiduna Ruuhul Haqqi (رُوْحُ الْحَقِّ) - Ruh Kebenaran
- Sayyiduna Ruuhul Qisti (رُوْحُ الْقِسْطِ) - Ruh Keadilan
- Sayyiduna Kaafin (كَافٍ) - Yang Layak
- Sayyiduna Muktafin (مُكْتَفٍ) - Yang Berdada Bidang
- Sayyiduna Baalighun (بَالِغٌ) - Proklamator
- Sayyiduna Muballighun (مُبَلِّغٌ) - Pemberi Kabar
- Sayyiduna Syaafiin (شَافٍ) - Penyembuh
- Sayyiduna Waasilun (وَاصِلٌ) - Sahabat yang Tak Terpisahkan
- Sayyiduna Mawsuulun (مَوْصُوْلٌ)- Selalu Terhubung dengan Allah
- Sayyiduna Saabiqun (سَابِقٌ) - Terkemuka
- Sayyiduna Saa'iqun (سَائِقٌ) - Pengarah
- Sayyiduna Haadin (هَادٍ) - Petunjuk
- Sayyiduna Muhdin (مُهْدٍ) - Yang Terbimbing
- Sayyiduna Muqoddamun (مُقَدَّمٌ) - Pengawas
- Sayyiduna Aziizun (عَزِيْزٌ) - Yang Mulia
- Sayyiduna Faadilun (فَاضِلٌ) - Yang Hebat
- Sayyiduna Mufaddolun (مُفَضَّلٌ) - Pemurah Hati
- Sayyiduna Faatihun (فَاتِحٌ) - Pembuka
- Sayyiduna Miftaahun (مِفْتَاحٌ) - Kunci
- Sayyiduna Miftaahur Rohmati (مِفْتَاحُ الرَّحْمَةِ) -Kuncinya Rahmat
- Sayyiduna Miftaahul Jannati (مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ) - Kunci Surga
- Sayyiduna Alamul Iimaani (عَلَمُ الْاِيْمَانِ) - Pengajar Keimanan
- Sayyiduna Alamul Yakiini (عَلَمُ الْيَقِيْنِ) - Pengajar Keyakinan
- Sayyiduna Daliilul Khoyrooti (دَلِيْلُ الْخَيْرَاتِ)- Petunjuk kepada yg Baik
- Sayyiduna Musahihul Hasanaati (مُصَحِّحُ الْحَسَنَاتِ)- Pemeriksa Amal Baik
- Sayyiduna Mukiilul Asarooti (مُقِيْلُ الْعَثَرَاتِ) - Pemberi Peringatan Dini terhadap Jalan Yang Salah
- Sayyiduna Sufuhun Anizzallati (صَفُوْحٌ عَنِالزَّلاَّتِ) - Pemaaf Para Penindas
- Sayyiduna Shoohibus Syafaa'ati (صَاحِبُ الشَّفَاعَةِ) - Pemilik Syafaat
- Sayyiduna Shoohibul Maqoomi (صَاحِبُ الْمَقَامِ)- Pemilik Maqam yg Mulia
- Sayyiduna Shoohibul Qodami (صَاحِبُ الْقَدَمِ) - Pemilik Pijakan Kaki
- Sayyiduna Mahsusum Bil Izzi (مَخْصُوْصٌ بِالْعِزِّ) - Masyhur dengan Kebesaran
- Sayyiduna Mahsusum Bil Majid (مَخْصُوْصٌ بِالْمَجْدِ) - Yang Masyhur dengan Kejayaan
- Sayyiduna Mahsusum Bisyarofi (مَخْصُوْصٌ بِالشَّرَفِ) - Masyhur dengan Kemuliaan
- Sayyiduna Shoohibul Wasiilati (صَاحِبُ الْوَسِيْلَةِ) - Pemilik Jalan Masuk yang Terdekat
- Sayyiduna Shoohibus Sayfi (صَاحِبُ السَّيْفِ) - Pemilik Pedang
- Sayyiduna Shoohibul Fadiilati(صَاحِبُ الفَضِيْلَةِ)-Pemilik Awal Kemuliaan
- Sayyiduna Shoohibul Izaari (صَاحِبُ الْاِزَارِ) - Pemilik Kain
- Sayyiduna Shoohibul Hujjati (صَاحِبُ الْحُجَّةِ) - Pemilik Bukti
- Sayyiduna Shoohibus Sultooni (صَاحِبُ السُّلْطَانِ) - Pemilik Kesultanan
- Sayyiduna Shoohibur Ridhooi (صَاحِبُ الرِّدَاءِ) - Pemilik Jubah
- Sayyiduna Shoohibud Darojatir Rofii'ati (صَاحِبُ الدَّرَجَةِ الرَّفِيْعَةِ) - Pemilik Derajat Yang Agung
- Sayyiduna Shoohibut Taaji (صَاحِبُ التَّاجِ) - Pemilik Mahkota
- Sayyiduna Shoohibul Migfari (صَاحِبُ الْمِغْفَرِ) - Pemilik Pengampunan
- Sayyiduna Shoohibul Liwaa'i (صَاحِبُ اللِّوَاءِ) - Pemilik Bendera
- Sayyiduna Shoohibul Mi'rooji (صَاحِبُ الْمِعْرَاجِ) Pemilik Perjalanan Malam
- Sayyiduna Shoohibul Qodiibi (صَاحِبُ الْقَضِيْبِ) - Pemilik Pengikut
- Sayyiduna Shoohibul Burooqi (صَاحِبُ الْبُرَاقِ) - Pemilik Buraq
- Sayyiduna Shoohibul Khootami (صَاحِبُ الْخَاتَمِ) - Pemilik Cincin
- Sayyiduna Shoohibul Alaamati (صَاحِبُ الْعَلاَمَةِ) - Pemilik Tanda
- Sayyiduna Shoohibul Burhaani (صَاحِبُ الْبُرْهَانِ) - Pemilik Bukti
- Sayyiduna Shoohibul Bayaani (صَاحِبُ الْبَيَانِ)- Pemilik Bukti Yang Jelas
- Sayyiduna Fashiihul Lisaani (فَصِيْحُ اللِّسَانِ) - Penyampai Yang Fasih
- Sayyiduna Muthohharul Janaani (مُطَهَّرُ الْجَنَانِ) - Pemurni Jiwa
- Sayyiduna Ro-uufun (رَءُوْفٌ) - Ramah
- Sayyiduna Rohiimun (رَحِيْمٌ) - Penyayang
- Sayyiduna Udzunu Khoyrin (اُذُنُ خَيْرٍ) - Pendengar Yang Baik
- Sayyiduna Shohiihul Islaami (صَحِيْحُ الْاِسْلاَمِ) - Penyempurna Islam
- Sayyiduna Sayyidul Kawnayni (سَيِّدُ الْكَوْنَيْنِ) - Pemimpin Dua Alam
- Sayyiduna Aynun Na‘iimi (عَيْنُ النَّعِيْمِ) - Sumber Kebahagiaan
- Sayyiduna Aynul Ghurri (عَيْنُ الْغُرِّ) - Sumber Keindahan
- Sayyiduna Sa’dulloohi (سَعْدُ اللهِ) - Kegembiraan atas Allah
- Sayyiduna Sa’dul Kholqi (سَعْدُالْخَلْقِ) - Kegembiraan atas Sang Pencipta
- Sayyiduna Khotiibul Umaami (خَطِيْبُ الْاُمَمِ) - Penceramah Ummat Manusia
- Sayyiduna Alamul Hudaa (عَلَمُ الْهُدى) - Guru dari Para Pembimbing
- Sayyiduna Kaasyiful Kurobi (كَاشِفُ الْكُرَبِ) - Penghilang Keresahan
- Sayyiduna Roofi‘ur Rutabi (رَافِعُ الرُّتَبِ) - Pengangkat Derajat
- Sayyiduna Izzul ‘Arobi (عِزُّالْعَرَبِ) - Kebanggaan Bangsa Arab
- Sayyiduna Shoohibul Faroji (صَاحِبُ الْفَرَجِ) - Pemilik Kegembiraan
Rabu, 25 November 2020
Sifat 20 bagi Allah
PEMBAGIAN SIFAT SIFAT ALLAH
Sifat Wajib dibagi 4 bagian:
I – Sifat Nafsiyyah
II – Sifat Salbiyah
III – Sifat Ma’ani
IV – Sifat Ma’nawiyah
I – SIFAT NAFSIYYAH(SIFAT KEPERIBADIAN)
Maksudnya sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal jika Allah tidak disifatkan dengan sifat ini. Atau bisa juga dikatakan sifat untuk menentukan adanya Allah, di mana Allah menjadi tidak mungkin ada tanpa adanya sifat tersebut. adapun yang tergolong sifat ini hanya satu yaitu sifat wujud.
1- Sifat Wajib: Wujud
Artinya: Ada
Sifat Mustahil: ’Adam
Aritnya : Tidak Ada
Allah Taala itu ada. Mustahil Allah itu tiada.
II – SIFAT SALBIYAH
Maksudnya sifat yang menolak apa yang tidak layak bagi Allah. Atau dikatakan juga sifat yang digunakan untuk meniadakan sesuatu yang tidak layak bagi Allah. Sifat Salbiyah ini ada lima sifat yakni, 2- Qidam, 3- Baqo’, 4- Mukhalafatu lil hawaditsi, 5- Qiyamuhu binafsihi, 6- Wahdaniyyah.
2- Sifat Wajib: Qidam
Artinya: Sedia/terdahulu/tidak ada permulaanya
Sifat Mustahil: Huduts
Artinya: Baru
Allah Taala itu sedia/terdahulu, tidak ada permulaanya. Mustahil Allah itu didahului oleh ‘Adam (ada permulaanya).
3- Sifat Wajib: Baqa’
Artinya: Kekal
Sifat Mustahil: Fana’
Artinya: Binasa
Allah itu bersifat kekal. Mustahil Ia dikatakan fana (binasa)
4- Sifat Wajib: Mukhalafah Lilhawaditsi
Artinya: Tidak sama dengan yang baru
Sifat Mustahil: Mumatsalah Lilhawaditsi
Artinya: Sama dengan yang baru
Allah itu tidak mempunyai sifat-sifat yang baru yakni dijadikan dan dihancurkan. Mustahil bersamaan dengan yang baru.
5- Sifat Wajib: Qiyam Binafsihi
Artinya: Berdiri dengan dirinya sendiri
Sifat Mustahil: Ihtiyaj Ila Mahal Wa Mukhashshash
Allah Taala itu berdiri sendiri. Mustahil tidak berdiri dengan dirinya sendiri atau berdiri pada lainnya dan berdirinya tidak memerlukan tempat tertentu
6- Sifat Wajib: Wahdaniyah
Artinya: Esa
Sifat Mustahil: Ta’addud
Allah itu Maha Esa Dzat-Nya, Esa sifat-Nya dan esa juga perangai-Nya. Mustahil ia mempunyai Dzat, sifat dan perangai yang berbilang-bilang.
III – SIFAT MA’ANI
Maksudnya sifat yang diwajibkan bagi zat Allah suatu hukum atau sifat yang pasti ada pada Dzat Allah. Sifat ini terdiri dari tujuh sifat, 7- Qudrat, 8- Iradah, 9- Ilmu, 10- Hayat, 11- Sama’, 12- Bashar dan 13- Kalam.
7- Sifat Wajib: Qudrah
Artinya: Kuasa
Sifat Mustahil: ’Ajez
Artinya: Lemah
Alah Taala itu Maha Berkuasa, apapun bisa dilakukannya. Mustahil Allah itu lemah atau tidak berkuasa.
8- Sifat Wajib: Iradah
Artinya: Menentukan
Sifat Mustahil: Karahah
Artinya: Terpaksa
Allah itu Menentukan segala-galanya, semua terjadi dengan ketentuan Allah, Mustahil Allah Taala itu terpaksa dan dipaksa menentukan segala galanya
9- Sifat Wajib: ’Ilim
Artinya: Mengetahui
Sifat Mustahil: Jahil
Artinya: Bodoh
Allah Taala itu amat mengetahui segala-galanya. Mustahil Allah tidak mengetahu atau bodoh.
10- Sifat Wajib: Hayah
Artinya: Hidup
Sifat Mustahil: Maut
Artinya: Mati
Allah Taala itu sentiasa hidup yakni sentiasa ada. Mustahil Allah Taala itu bisa mati, dianiyaya atau dibunuh.
11- Sifat Wajib: Sama’
Artinya: Mendengar
Sifat Mustahil: Shamam
Artinya: Tuli
Allah Taala itu mendengar. Mustahil Allah tuli atau tidak mendengar.
12- Sifat Wajib: Bashar
Artinya: Melihat
Sifat Mustahil: ’Ama
Artinya: Buta
Allah Taala itu sentiasa melihat. Mustahil Allah Taala itu buta.
13- Sifat Wajib: Kalam
Artinya: Berkata-kata
Sifat Mustahil: Bakam
Artinya: Bisu
Allah Taala itu berkata-kata atau berbicara. Mustahil Allah Taala itu tidak berbicara atau bisu.
IV – SIFAT MA’NAWIYAH
Maksudnya sifat Allah yang dilazimkan atau tidak bisa dipisahkan dengan Sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawiyah adalah sifat yang mulazimah atau menjadi akibat dari sifat ma’ani. Sifat ini terdiri dari tujuh sifat, yakni 14- Kaunuhu Qadiran, 15- Kaunuhu Muridan, 16- Kaunuhu Aliman, 17- Kaunuhu Hayyan, 18- Kaunuhu Sami’an, 19- Kaunuhu Bashiran, 20- Kaunuhu Mutakalliman.
14- Sifat Wajib: Kaunuhu Qodiran
Artinya: Keberadaan Allah Maha Kuasa
Sifat Mustahil: Kaunuhu ’Ajizan
Artinya: Keberadaan Allah lemah (tidak berkuasa)
Allah Taala keberadaanya amat berkuasa sifatnya. Mustahil bagi Allah memiliki sifat lemah atau tidak berkuasa.
15- Sifat Wajib: Kaunuhu Muridan
Artinya: Menentukan
Sifat Mustahil: Kaunuhu Mukrahan
Artinya: Terpaksa
Allah Taala itu berkuasa menentukan apa yang dikehendakinya. Mustahil sifatnya terpaksa atau dipaksa
16- Sifat Wajib: Kaunuhu ‘Aliman
Artinya: Maha Mengetahui
Sifat Mustahil:Kaunuhu Jahilan
Artinya: Bodoh
Allah Taala itu maha mengetahui. Mustahil Allah Taala itu jahil/bodoh atau tidak mengetahui.
17- Sifat Wajib: Kaunuhu Hayyan
Artinya: Hidup
Sifat Mustahil: Kaunuhu Mayyitan
Allah Taala itu Maha Hidup dan menghidupkan alam ini. Mustahil Allah itu bisa mati atau dibunuh.
18- Sifat Wajib: Kaunuhu Sami’an
Artinya: Mendengar
Sifat Mustahil: Kaunuhu Ashamma
Artinya: Tuli
Allah Taala itu maha mendengar. Mustahil jika Allah Taala tidak mendengar atau tuli.
19- Sifat Wajib: Kaunuhu Bashiran
Artinya: Melihat
Sifat Mustahil: Kaunuhu A’ma
Artinya: Buta
Allah Taala itu melihat semua kejadian di muka bumi. Mustahil jika sifat Allah itu tidak melihat atau buta.
20- Sifat Wajib: Kaunuhu Mutakalliman
Artinya: Maha Berkata-kata
Sifat Mustahil: Kaunuhu Abkama
Artinya: Bisu
Allah Taala itu berkata-kata. Mustahil jika Allah Ta’ala bisu atau tidak bisa berkata-kata.
Sifat Mustahil Bagi Allah
Nama nama Nabi dan Rasulullah
1. Nabi Adam: Nabi pertama dari 25 nama nabi ini merupakan satu-satunya nabi yang diciptakan di Surga. Nabi Adam hidup di surga selama beberapa waktu bersama sang istri, Hawa.
2. Nabi Idris: Dikenal sebagai manusia yang pandai membaca dan menulis. Nabi Idris menguasai banyak ilmu seperti perbintangan, matematika, merawat hewan hingga menjahit.
3. Nabi Nuh: Nabi Nuh dikenal dengan kesabaran yang luas. Nabi Nuh juga pernah mendapat mukjizat Allah yaitu membuat bahtera besar untuk menyelamatkan kaumnya dan kehidupan binatang dari banjir bandang.
4. Nabi Hud: Mengajak kaum Aad untuk berhenti menyembah berhala, ajakan Nabi Hud justru ditolak oleh kaum Aad. Hingga akhirnya Allah murka dan mendatangkan bencana besar berupa badai gurun selama tujuh hari tujuh malam.
5. Nabi Saleh: Keturunan keenam Nabi Nuh ini juga mendapat mukjizat Allah yaitu mampu mengeluarkan unta betina dari sebuah batu ketika memukulkan telapak tangannya
6. Nabi Ibrahim: Dikatakan sebagai bapaknya para Nabi sebab hampir semua Nabi merupakan keturunannya. Nabi Ibrahim didatangkan untuk membenahi kaum yang dipimpin raja Namrud, yang mana menganggap dirinya sebagai Tuhan selain Allah SWT.
7. Nabi Luth: Diutus Allah memperbaiki moral kaum Gomorah yang senang berhubungan sesama jenis. Dikarenakan ajakan Nabi Luth tidak diindahkan, mereka dihukum dengan gempa bumi dan hujan meteor yang dahsyat yang membinasakan seluruh penduduk kota.
8. Nabi Ismail: Ingat kisah penyembelihan Nabi Ibrahim terhadap anaknya Nabi Ismail? Nabi Ismail kemudian mendapat mukjizat dari Allah dengan digantinya kambing yang dikirim dari Surga. Hal inilah yang akhirnya menjadi asal usul ibadah kurban di hari raya Idul Adha.
9. Nabi Ishaq: Merupakan anak dari Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq turut serta bersama nabi Ibrahim berdakwah menyampaikan ajaran kebenaran.
10. Nabi Yaqub: Nabi Yaqub juga meneruskan kekuasaan Allah yang diterimanya kepada seluruh umat Islam di muka bumi. Sebelum meninggal dunia, beliau berpesan agar anak-anaknya tetap berpegang pada ajaran yang ia berikan atas dasar utusan Allah SWT.
11. Nabi Yusuf: Anak kesayangan Nabi Yaqub yang membuat iri para saudaranya ini kemudian diasingkan dengan dibuang ke dalam sumur. Setelah berhasil diselamatkan, Nabi Yusuf mendapat mukjizat yaitu dapat menafsirkan mimpi.
12. Nabi Ayub: Salah satu Nabi tersabar yang pernah ada dengan kekayaan dan kebaikan hatinya. Allah mengujinya dengan membuat beliau sakit hingga hartanya habis, namun Nabi Ayub tetap tabah dan sabar melewati ujian Allah sampai kembali seperti semula.
13. Nabi Syu'aib: Diutus untuk mengajak kaum Madyan menyembah Allah, namun ajakan Nabi Syu'aid tak diindahkan. Alhasil, Allah melaknat kaum Madyan dengan badai panas dan awan hitam hingga semua penduduknya musnah.
14. Nabi Musa: Nabi Musa mendapat mukjizat Allah dengan diturunkannya kitab Taurat. Atas izin Allah, Nabi Musa juga mampu mengubah tongkat menjadi ular dan membelah laut Merah.
15. Nabi Harun: Dikarunian ke manapun berbahasa, Nabi Harun berjuang keras untuk kaumnya yang menyembah berhala agar mau meninggalkannya dan menyembah Allah SWT.
16. Nabi Zilkifli: Nabi ini dikaruniai sifat sabar yang sangat besar dan rasa dermawan yang tinggi. Sifatnya itu membuat beliau mendapt mukjizat Allah terselamatkannya dari reruntuhan rumah yang menimpanya.
17. Nabi Daud: Mendapat wahyu berupa kitab Zabur, Nabi Daud merupakan orang yang mengalahkan Jalut (Goliath) dan diberi mukjizat dapat melunakkan dan membengkokkan besi. Kemudian beliau menjadi raja menggantikan Jalut yang dikalahkannya.
18. Nabi Sulaiman: Putra Nabi Daud yang meneruskan sebagai raja dengan kekayaan yang luar biasa. Nabi Sulaiman memiliki beberapa mukjizat dari Allah, diantaranya adalah bisa bicara dengan binatang, dapat menundukkan angin serta tingkat kesabaran yang luar biasa.
19. Nabi Ilyas: Nabi ini mendapat tugas untuk berdakwah kepada orang-orang Finisia dan Bani Israel yang menyembah berhala bernama Baal di Kota Baalbak, Syam. Namun semua yang diajarkan Nabi Ilyas ingkar dan akhirnya mereka mendapat azab dari Allah SWT.
20. Nabi Ilyasa: Anak angkat yang diasuh oleh Nabi Ilyas kemudian melanjutkan sang ayah untuk berdakwah kepada Bani Israil dan orang-orang Amoria di daerah Panyas, Syam. Nabi Ilyasa memiliki kesabaran tingkat tinggi, karenanya beliau diberi mukjizat besar seperti mampu menghidupkan orang mati.
20. Nabi Yunus: Merasa kecewa dan frustasi karena apa yang diperintahkan ALlah belum juga berhasiil, Nabi Yunus mendapat hukuman dengan dimaakan oleh ikan paus raksasa, namun tidak wafat. Allah memberikan pelajaran pada nabi Yunus yang meninggalkan kaumnya dengan hukuman hidup di dalam perut ikan paus. Selama 3 hari, beliau terus memanjatkan doa keselamatan dan penyesalan. Hingga akhirnya beliau disemprotkan keluar oleh ikan paus tersebut.
22. Nabi Zakaria: Keturunan Nabi Sulaiman ini mendapat utusan untuk memperbaiki kaum Bani Israil yang tinggal di Palestina. Atas kesabarannya, beliau yang terus berdakwah sampai usia renta baru mendapatkan karunia anak dari Allah SWT.
23. Nabi Yahya: Anak dari Nabi Zakaria merupakan seorang manusia yang berprinsip, integritasnya tinggi serta benar-benar menegakkan kebenaran.Dikaruniai ilmu dan hikmah saat usia anak-anak membuat Nabi Yahya selalu menjadi orang yang dapat menyelesaikan masalah di kalangan kaumnya.
24. Nabi Isa: Mendapatkan mukjizat kitab Injil dan menjadi nabi dari umat Nasrani. Tak hanya itu, Nabi Isa juga dikaruniai mukjizat dapat berbicara pada waktu masih bayi dan menghidupkan burung yang sudah mati atau orang yang sudah mati.
25. Nabi Muhammad: Sebagai Nabi terakhir yang diutus Allah, Nabi Muhammad menjadi Nabi yang umatnya adalah seluruh manusia di muka bumi yang hidup mulai zaman Nabi Muhammad hingga akhir zaman. Mukjizat yang dikaruniainya adalah kitab suci Al-Quran, yang mana menjadi kitab suci pelengkap dari kitab sebelumnya.







